Sabtu, 12 Juni 2010
belajar nyetir
sebenernya sih udah bisa.
tapi udah setahun gak bawa mobil.
dan belom pernah bawa yang matic.
jadi tadi pagi gue, ayah dan kak nisa, ke komplek eramas 2000 karna disana sepi dan jalannya lebar. jalan kesananya ayah yang bawa, terus terjadi percakapan seperti ini:
ayah(a)
kak nisa(kn) ( yang pink soalnya dia addict banget sama pink)
gue(g)
a: waktu les mobil dulu pernah nanya nanya tentang bikin sim gak?
kn: nggak. lupa.
a: kalo nama ayahnya lupa nggak?
kn: itu kan beda...
g: ayah aja lupa ulang tahun adek..!! (gue nyamber)
kn: haahahahha(geli banget)
g: kalo ditanyain ulang tahun adek bilangnya 'pokoknya ada lima-limanya' padahal abang kan juga ada limanya.
a: kalo abang kan 5 september..(dengan polosny)
??? padahal yang lima september itu ulang tahun gue...!!
tapi entah kenapa sama sekali nggak sedih. soalnya dari dulu ayah cuma (bisa) inget ultah bunda. terus ultah pernikahan (karna plat mobil ayah) dan baru baru ini tau ultah kakak ( karena nyari plat mobil dengan tangal itu). he's really bad with birthday!!
kak nisa emang udah lumayan lama bisa bawa mobil. tapi udah kagok banget. keliatan banget ayah tegang. heheehe. tapi kakak malah bilang bawa matic gampang baget kayak bawa bom-bom car.. haduuuh...
lagunya world cup 2010

belakangan ini pasti sering banget denger ost-nya world cup kan??
tapi paling yang paling jelas kedengeran bagian ini:
Tsamina mina, eh eh
Waka waka, eh eh
Tsamina mina zangalewa
This time for Africa ( shakira-waka waka)
kalo nggak yang ini:
Give me freedom/give me fire/give me reason/take me higher
See the champions/take the field now/you define us/make us feel proud
In the streets are/exaliftin/as we lose our/inhabition
terus jadi sering teriak-teriak:
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes
Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho


Jumat, 11 Juni 2010
why??
kalo kata raditya dika di film kambing jantan:
(kurang lebih)
" kalo kata haryanto nggak ada yang namanya gelap. yang ada kekurangan cahaya. dan gue sama kebo udah kekurangan cahaya. kita udah gak ngeliat ke cahaya yang sama."
mungkinkah dia dan sherina juga kayak gitu??
udah beda pandangan gitu?? ( sotoy abis gue)
atau kah karena hal lain??
( kenapa gue jadi ngurusin urusan orang ya..)
tapi masa gue ikut sedih..
waktu putus. raditya dika ngepost di blognya kayak gini:
(oia, judulnya.. well, since it start with a blog post it should end with one.)
..thus,
I just wanna say to you:
goodbye.
It was an amazing 7 months.
Have an amazing life.
I remain as your friend.
terus kemaren mega bilang kalo raditya dika posting lagi. judulnya " rahasia kecil ini"
Hari ini gue mau bocorin satu rahasia.
Marmut Merah Jambu ditulis ketika gue sedang cinta-cintanya sama wanita ini,
tapi, alam semesta punya rencananya sendiri,
dan nampaknya recananya itu adalah agar kita saling berpisah jalan.
Setelah putus satu setengah bulan lalu,
kami tetap berteman dekat,
dan sampai sekarang,
dia adalah orang yang saya hargai dengan baik.
Satu chapter di Marmut Merah Jambu,
gue persembahkan sepenuhnya untuk dia,
berjudul “How I Met You, Not Your Mother”,
bercerita tentang pertemuan kita,
yang ironisnya, sewaktu bukunya terbit,ada di saat kita telah berpisah.
Kemarin di Pondok Indah Mall gue kasih dia satu copy Marmut Merah Jambu,
dia menerimanya dengan baik,
dan kita ngobrol bersama satu cangkir cappucino,
lalu dia pulang,
dan gue pulang.
Malam tadi, 12 jam kemudian, BBM gue berbunyi,
rupa-rupanya dia telah selesai membacanya,
dan ada pesan dari dia: “Thanks for the beautiful chapter :#)”
( ada foto sherina dengan marmut merah jambu)
Yet, seharusnya gue berterimakasih.
Thanks for making the chapter beautiful.
NB: kalo mau liat yang asli liat di http://radityadika.com/rahasia-kecil-tentang-marmut-merah-jambu/
Senin, 07 Juni 2010
cari digital printig!!!
ini nadya lagi
Sabtu, 05 Juni 2010
angin!!
"angin itu emang terasa. kita tau kemana dia berhambus. kadang dia lembut, kadang dia keras. malah terkadang terlalu keras. tapi yang lucu, sekeras apapun anginnya kita tetep nggak bisa menggenggamnya.sedikitpun. padahal dia bisa ngelempar kita jauh-jauh."
entahlah. menurut gue itu keren banget. apalagi kalo bacanya pake emosi. itu gue ambil dari novel Fairish (novel pertama yang gue baca waktu kelas 4 sd)
jadi inilah scene waktu alfa ngomong kayak gitu:
davi tidak masuk hari ini. tapi Irish sudah tidak mau peduli. biar saja, karena sudah tidak ada lagi peran yang harus mereka pentaskan. orang-orang yang ingin tahu hubungan mereka juga drastis berkurang. mungkin karena kerenggangan mereka terlalu mencolok mata.
tapi ketika sampai hari ketiga davi belum muncul juga, mau tak mau Irish jadi bingung. dia nggak bisa lagii cuek aja. dan dari informasi yang susah payah dia dapat dari TU, davi ternyata sudah izin untuk tidak masuk selama satu minggu!
Satu minggu!
Irish benar benar tercengang. dia lebih tercengang lagi waktu nelpon ke rumah cowok itu dan pembantu davi bilang bahwa davi pulang ke temanggung, kota kelahirannya yang terletak di kaki gunung itu. Sendiri!
meskipun waktu itu, dengan penuh emosi,Irish mengucapkan ikrar di depan alfa bahwa dia tidak mau lagi bicara dengan cowok itu, keadaan ternyata memaksanya mencari alfa. soalnya siapa lagi yang bisa ditanyain tentang masalah sebenarnya selain alfa?
alfa lagi sendirian di kelasnya. sibuk dengan miniatur pesawat. hobi maniak diluar lukisan yang sedetik pun tak bisa ia tinggalkan. behitu dilihatnya irish, kontan mukanya jadi cerah.
" halo" sapanya sambil nyengir lebar. Irish salut juga. alfa ini kok gak bisa tersinggung ya? Padahal waktu itu, waktu irish bilang nggak mau lagi bertemu lagi apalagi bicara, dia sudah memakai kosakata yang cukup nyelekt di telinga. Tapi cowok ini masih juga menyambutnya.
"davi udah tiga hari nggak masuk al." kata irish pelan.
" jadi lo sekarang nyari gue gitu? karena davi nggak ada?"
" elo jangan asal ngomong ya. emangnya gue model cewek kayak gitu?" irish tersinggung. alfa tertawa lebar.
" sori rish. bercanda. terus?"
" iya. davi udah tiga hari nggak masuk."
" itu sih bukan urusan gue."
" gue gak akan nyari-nyari elo kalo itu bukan urusan lo."
" apa maksud lo?" alfa menatap cewek disebelahnya, irish balas menantang sepasang manik hitam pekat itu.
" lo tonjok tonjokan sama davi... bukan gara gara gue kan?"
alfa tidak langsung menjawabnya. dia kembali memusatkan perhatiannya ke pesawat kecil di tangannya.
" kenapa lo bilang gitu?"
" ya karena.. gue selalu bilang sama davi kemana gue pergi. sama siapa aja, berapa lama."
" terus? lo nyari gue cuma mau nanya itu?"
" tadi kan gue udah bilang!! gue nyari lo mau nanya, kalian berantem gara-gara gue apa bukaaan!?"
lagi-lagi alfa tidak langsung menjawab. dai menarik nafas panjang-panjang.
" bukan." jawabnya pelan. " karena kalo elo yang jadi sebab, dia gak akan cuma jadi bonyok begitu rish... tapi gue bunuh!"
irish tercengang.
" ini sebenernya ada apa sih? gue gak ngerti!"
bukannya menjawab, alfa malah menatapnya lurus.
" jadi pacar gue rish. mau ya?" katanya. benar benar membuat jantung irish langsung mencelat. mulutnya sampai mangap lebar-lebar saking kagetnya.
" elo ngomong apa sih? emangnya ini masih kurang kisruh ya?"
alfa diam. beberapa menit kemudian suasana jadi senyap.sampai kemudian Alfa berdiri.
" gue lagi ngapain nih rish?" cowok itu membuat gerakan gerakan aneh. dua tangannya menggapai gapai kesegala arah. kesepuluh jarinya membuka dan menutup bergantian.
irish menarik napas panjang panjang.
" al, gue gak lagi becanda nih. gue gak ngerti sebenernya tuh ada apa."
tapi alfa tidak menjawab
" ini namanya menggengam angin" alfa malah menerangkan arti gerakan gerakan itu. "gue pernah baca cerpen yang judulnya 'menggenggam angin'. sesuatu yang sia-sia. tau? ya kayak gini. tadinya gue kira ungkapan yang lebih pas menggapai awan. tapi sekarang gue udah tau kalo awan itu ternyata gak terlalu tinggi. ada yang rendah baanget malah."
"alfa!" bentak irish jengkel. alfa tidak peduli.
"angin itu emang terasa. kita tau kemana dia berhambus. kadang dia lembut, kadang dia keras. malah terkadang terlalu keras. tapi yang lucu, sekeras apapun anginnya kita tetep nggak bisa menggenggamnya. sedikitpun. padahal dia bisa ngelempar kita jauh-jauh!"
" alfaaa!!!" jerit irish, hampir menangis. karena alfa begitu sibuknya membicarakan angin, akhirnya irish mengulurkan tangan kanannya dan mencubt lengan alfa keras-keras. Sesudahnya barulah cowok itu memekik dan berhjenti ngomongin soal angin.
" kalo lo nggak mau ngomong, gue cubit sampe bener bener biru!"ancam irish." kalo perlu tangan kiri gue juga jalan nih."
" iya.iya." alfa menyeringai kesakitan.
" mau ngomong gak."
" iya. aduh sakit tau.
irish melepaskan cubitannya. alfa langsung mengusap - usap tangannya yang kena cubit.
" gila! sampe biru begini?" dia terbelalak.
" oh. gue bisa nyubit lebih biru lagi. Sampe tangan lo terpaksa diamputasi?"
" iya!iya!" alfa langsung nyerah. "davi sekarang lagi manggil angin"
" mulai lagi deh"
" rish gue lagi ngomong yang sebenernya" digandengnya tangan cewek itu " bagi gue lo angin rish" sambungna lambat dan berat. "gue tau kemana lo pergi. gue tau dari mana lo dateng. tapi gue gak bisa bikin lo tetep ada di sebelah gue."
" terus hubungannya sama davi?"
" ya itu tadi, dia lagi manggil angin. di tempat yang sama dia udah bikin melanie, sepupu gue, kehilangan nyawa. kalo angin itu dateng dan masih angin yang sama, itu artinya lo pun angin buat davi. cuma bedanya dia bisa bikin elo berembus gak terlalu jauh dari dia."
" jadi davi... ketempat kecelakaan itu?" desis Irish terperangah
" yap, begitulah"
"ngapain dia kesana?"
"ya manggil angin. aduh... irish! lo nggak ngerti bahasa indonesia ya?" alfa melotot gemas. " dia berdiri lagi disana. di tempat yang sama. kalo di masih juga 'limbung' apalagi sampe 'jatoh' padahal 'angin' yang berembus mungkin pelan, itu artinya.. dia mesti ngelepas elo. paham!
irish mengangguk. sedikt banyak dia mengerti bahasa alfa yang kelewat nyastra itu.
" kenapa sih lo bilang 'amgin'? kenapa nggak langsung aja... kenangan gitu. kenangan pait! davi berdiri lagi di tempat itu untuk mengetahui apakah kenangan itu masih jadi jurik, nightmare, trauma!"
alfa mengangkat bahu sambil tersenyum tipis." lo tanya davi deh." cowok itu menepuk pundak irish " udah ya. udah cukup jelas, kan?"
Irish mengangguk. alfa langsung balik badan dan pergi
daan... itulah kejadian lengkapnya.

kesannya picisan ya.. remaja banget. terlampau ringan lah.. abal lah. inilah itulah. tapi kenyataannya temen gue yang baca tuh novel aja seabrek ( e.g: rara, mega, durra, hamnah, amy, tiara, nadkus) yang ampir semua dari mereka baca novel novel berat. Tapi itulah novel teenlit. mau sepasaran apapun ceritanya tetep paling enak dibaca ulang dan bisa buat hiburan..
hehehheheehe...
Jumat, 04 Juni 2010
Selasa, 01 Juni 2010
my dad
ayah (a)
gue(g)
1. waktu itu ayah kehilangan flashdisc. setelah nyari kemana-mana
a: flashdisc ayah dimana ya..? (sambil terus mencari)
g: miskol aja..
a: (tiba-tiba ambil hp dan sok sok nelp) halo.. flashdisc(jeda)bisa ketemuan? (jeda) oooh besok ya..(jeda) jam berapa? (jeda) ooh.. okeoke. dimana? (jeda) oh.. sampai jumpa besok.
??? ngocol gak???
keesokan harinya, pulang kantor ayah nyari nyari lagi... dan ketemu!!
Sejak saat itu Ayah menyampaikan amanat yang berbunyi, " jika kau kehilangan barang. Telponlah barangmu dan berjanjilah untuk bertemu"
2. gue lagi baca novel di kamar ayah. ayah di ruang keluarga (tempat adanya telp).telpon berbunyi dan ayah ada disekitarnya tapi bukannya ngangkat telpon malah masuk kamar
g: kok gak diangkat sih ( rada ngomel)
a: gak usah ribet. ada banyak orang diluar ( dengan sangat santai)
g:ooh
tapi telponnya bunyiii terus. gak ada yang nagngkat ngangkat.
g: kok gak ada yang ngangkat. ampe bunyinya udah abis
a: ( hanya terdiam baca baca suatu kertas)
akhirnya gue keluar... jrengjreng. ternyata kosong!!
gue masuk ke kamar lagi.
g: mananya banyak orang??
a: ada.. adek aja gak ngeliat..
??? bilang aja males ngangkat yah...hehehehhe
masih banyak sih... tapi tiba-tiba lupa. kapan kapan cerita lagi deh.. hehheheNB: walaupun rada konyol (maaf ayah) tapi ayah tetep ayah terhebat!!
always loving you,
your lovely daughter
